Hasil Reaksi Peledakan

Hasil Reaksi Peledakan

Aksi dan Reaksi

Dalam kegiatan peledakan, ketika bahan peledak diberi aksi seperti panas, benturan, gesekan, atau ledakan awal akan menimbulkan reaksi, dimana reaksi tersebut akan menghasilkan,

Gas

Reaksi kimia peledakan menghasilkan gas dalam jumlah besar, seperti CO₂, CO, N₂, dan uap air. Gas inilah yang memberikan dorongan utama pada batuan atau material yang akan dihancurkan, kemudian volume gas yang besar juga memicu tekanan mendadak dalam ruang ledakan.

Asap Beracun

Asap merupakan sisa hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan peledak yang terdiri dari partikel-partikel halus dan gas.

Debu

Ledakan akan menghancurkan batuan atau material menjadi partikel sangat kecil sehingga menghasilkan debu, hal ini dapat mempengaruhi jarak pandang dan berpotensi mengganggu pernapasan, sehingga perlu penanganan keselamatan kerja.

Panas dan Tekanan Tinggi

Ledakan melepaskan energi panas dalam waktu sangat singkat, dengan temperatur bisa mencapai ribuan derajat celsius, kemudian tekanan tinggi yang terbentuk (shock wave) mampu memecahkan batuan secara cepat. Kombinasi panas dan tekanan inilah yang membuat proses fragmentasi batuan berlangsung sangat efektif.

Air Blast

Peledakan dilakukan di area terbuka, sehingga tekanan udara yang dilepaskan (air overpressure) bisa terdengar sebagai suara ledakan keras. Gelombang kejut di udara dapat merambat hingga jarak tertentu dan berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan sekitar jika tidak dikendalikan.

Vibration (Getaran)

Ledakan menimbulkan gelombang seismik yang merambat melalui tanah, getaran ini bisa memengaruhi kestabilan struktur di sekitar lokasi peledakan, sehingga perlu perhitungan jarak aman.

Fly Rock

Potongan batuan yang terlempar ke udara akibat energi ledakan yang berlebihan. Fly rock sangat berbahaya karena bisa mengenai pekerja atau fasilitas di sekitar area kerja.

Kegiatan peledakan menghasilkan berbagai dampak berupa gas, asap, debu, panas, tekanan tinggi, air blast, getaran, dan fly rock. Semua hasil tersebut merupakan konsekuensi dari pelepasan energi bahan peledak dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, perencanaan, pengendalian, serta penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sangat penting untuk meminimalkan risiko.