cover sistem manajemen integrasi maleo

Sistem Manajemen Integrasi Maleo

Sistem Manajemen Keselamatan

Sistem manajemen keselamatan didesain untuk mengelola risiko keselamatan di tempat kerja, keselamatan kerja telah ditentukan sebagai pengurangan risiko sampai pada suatu tingkatan risiko terendah yang secara wajar dapat dikerjakan untuk mencegah orang mengalami cidera mau pun kerugian properti dan terhentinya kegiatan produksi.

Suatu sistem manajemen keselamatan menyediakan cara sistematis untuk secara berkelanjutan mengidentifikasi dan memantau bahaya dan mengendalikan risiko serta menjamin bahwa pengendalian risiko efektif. Sistem manajemen keselamatan dapat dijelaskan sebagai suatu pendekatan secara bisnis terhadap keselamatan. Pendekatan itu merupakan proses yang sistematis, gamblang dan komprehensif untuk mengelola risiko. Seperti juga semua sistem manajemen, suatu manajemen keselamatan tersedia untuk menetapkan tujuan, perencanaan, dan mengukur kinerja. Suatu manajemen keselamatan itu terjalin ke dalam jaringan organisasi. Menjadi bagian dari budaya, bagaimana orang mengerjakan pekerjaannya.

Sistem Manajemen Integrasi Maleo

Sistem Manajemen Integrasi Maleo yang selanjutnya disingkat SMI-Maleo ini dibuat dalam rangka  meningkatkan kinerja perusahaan yang dapat memenuhi persyaratan dan kepuasan semua pihak terkait dengan menerapkan SMK3 di PP No.50 Tahun 2012, Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di Permen PUPR No. 21 Tahun 2019, Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) di Permen ESDM No. 26 Tahun 2018, ISO 9001 tentang Quality Management Systems (QMS), ISO 14001 tentang Environment Management Systems (EMS), ISO 45001 tentang Occupational Safety and Health Management Systems (OSHMS) dan ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Sistem ini dimaksudkan berlaku sebagai struktur administrasi bisnis bagi suatu organisasi untuk secara efektif memenuhi kewajiban hukum sesuai undang-undang keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku. Lingkup operasi organisasi dan juga profil risikonya akan menentukan bagaimana sistem manajemen keselamatan dibentuk dan sumber daya apa yang dibutuhkan untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif.

Manajemen keselamatan harus dianggap sebagai bagian dari sistem manajemen bisnis organisasi secara keseluruhan dan bukan merupakan suatu bagian tambahan. Standar manajemen lintas fungsi bisnis seperti lingkungan hidup, mutu dan keselamatan terus meningkat, dan saat ini didesain agar elemen-elemen yang terpisah secara tradisional dapat disatukan serta dikelola dalam suatu sistem tunggal manajemen bisnis dan bukan sebagai fungsi terpisah dan berdiri sendiri.

Manajemen keselamatan harus dianggap sebagai bagian dari sistem manajemen bisnis organisasi secara keseluruhan dan bukan merupakan suatu bagian tambahan. Standar manajemen lintas fungsi bisnis seperti lingkungan hidup, mutu dan keselamatan terus meningkat, dan saat ini didesain agar elemen-elemen yang terpisah secara tradisional dapat disatukan serta dikelola dalam suatu sistem tunggal manajemen bisnis dan bukan sebagai fungsi terpisah dan berdiri sendiri.

Prinsip dasar dari Sistem Manajemen Integrasi Maleo

  1. Penetapan Kebijakan – Ditetapkan di dalam pernyataan kebijakan persyaratan untuk sumber daya yang memadai; menjelaskan komitmen manajemen puncak dan menyatakan target keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan Keselamatan Operasi
  2. Penyusunan organisasi – Bagaimana struktur organisasi disusun; bagaimana tanggung jawab dan akuntabilitas ditentukan; bagaimana komunikasi internal dan eksternal organisasi; dokumentasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana pelatihan dan kompetensi ditentukan.
  3. Perencanaan dan Penerapan – Bagaimana organisasi merencanakan untuk menyusun dan menerapkan pendekatan terhadap manajemen risiko; bagaimana bahaya diidentifikasi dan risiko dikelola secara efektif; apa tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk mendorong perkembangan kinerja K3 dan KO serta pengukurannya; apa persiapan yang dibuat untuk situasi di luar jangkauan dan situasi darurat.
  4. Evaluasi – Bagaimana kinerja K3 dan KO diukur dan dinilai; apa proses yang digunakan untuk melaporkan dan menyelidiki kecelakaan dan insiden; apa proses audit internal maupun eksternal yang ada untuk dikaji dan memverifikasi sistem.
  5. Tindakan untuk Peningkatan – Bagaimana tindakan perbaikan dan pencegahan dibuat, dikelola dan diselesaikan; apa proses yang tersedia untuk memastikan proses peningkatan yang berkelanjutan
Share konten ini