Metode Drilling dan Blasting Cara Aman untuk Pengeboran Pertambangan

Metode drilling dan blasting menjadi salah satu cara yang banyak digunakan pada usaha pertambangan. Bahan yang digunakan menggunakan peledak seperti teknik peledakan tekanan gas, untuk memecahkan batu galian. Paling sering dipakai dalam penambangan. Bahkan juga penggalian dan teknik sipil . Misal bendungan, terowongan, atau konstruksi jalan.

Dengan menggunakan metode drilling dan blasting ini, kegiatan pertambangan menjadi lebih mudah dalam pengelolaan sumber daya. Metode drilling bisa mengeksploitasi batu bara dengan memperoleh data mendetail. Karena alasan inilah mengapa jasa drilling dan blasting cukup membantu pengeboran dan peledakan tambang.

Metode Drilling dan Blasting Cara Aman untuk Pengeboran Pertambangan
railsystem.net

Metode Drilling dan Blasting

Penggunaan metode drilling dan blasting ini menggunakan varietas peledak yang lain dengan sifat kerja yang berbeda. Dengan bahan peledak dengan kecepatan tinggi digunakan untuk menghancurkan bebatuan. Sedangkan pada bahan peledak dengan kecepatan rendah untuk peledakan batuan lunak. Hasil yang didapatkan lebih banyak tekanan gas dan efek naik turun yang lebih besar.

Metode ini menjadi satu-satunya cara yang ekonomis untuk menggali terowongan sebelum munculnya mesin bor terowongan. Sebagai pengusaha tambang menggunakan jasa tersebut cukup membuat pengeboran menjadi lebih mudah. Selain itu, pembangunan terowongan pun juga masih menggunakan metode tersebut. Metode standar untuk peledakan batu bara misalnya menggunakan muatan bubuk mesiu di ujung lubang pada kedalaman yang cukup.

Selanjutnya lubang diisi dengan tanah liat atau zat mineral lunak lainnya. Namun, metode yang dulu ini mengakibatkan adanya resiko kecelakaan. Sehingga diganti dengan metode-metode baru yang mampu meningkatkan keselamatan bagi pemilik tambang dan yang terlibat di dalamnya. Hingga saat ini terjadi pembaruan dengan adanya metode drilling dan blasting untuk membantu dalam bidang pertambangan. Ada dua metode peledakan yang sering digunakan oleh perusahaan pertambangan antara lain:

Metode Non-Listrik

Metode peledakan yang pertama yaitu non listrik dimana sumbu api sebagai alat yang berfungsi merambatkan api dengan kecepatan tetap. Perambatan tersebut yang melanjutkan detonator menyala guna meledakkan bahan peledak. Sumbu api tersebut dari inti berupa black powder, material kedap kapur dan pembungkus berupa tekstil. Pembungkus tersebut menjaga sumbu api dari berbagai kerusakan mekanis dan akibat air atau minyak.

Untuk peledakan pada lubang tembak berukuran besar tersedia primer yang dibuat pabrik namun dengan lubang kecil perlu dibuat sendiri. Menyalakan sumbu apinya bisa menggunakan hot wire fuse lighter, full wire fuse lighter, lead spritter, korek dan igniter cord. Sumbu ledak terdiri atas initiating explosive yang terbalut plastik kombinasi kawat, tekstil, dan lapisan plastic. Sumbu ledak memiliki kuat tarik yang ringan, fleksibel dan baik. 

Metode Listrik

Metode peledak yang kedua yaitu cara listrik dimana memiliki 3 elemen dasar rangkaian. Rangkaian peledak tersebut yaitu detonator listrik, kawat rangkaian yang meliputi leg wire , connecting wire, firing line dan buse wire. Sedangkan rangkaian peledak ketiga yaitu sumber tenaga blasting machine dan AC power line.

Detonator listrik terbagi menjadi dua yaitu Instantaneous detonator dan deley detonator. Sedangkan pada kawat rangkaian terdiri dari leg wire, connecting wire, dan leading wire. Adapun rangkaian susunan peledakan yaitu rangkaian seri, pararel, dan seri-pararel. Dalam peledakan perlu ditentukan arus yang mengalir melalui rangkaian detonator.

Agar pertambangan bisa melakukan kinerjanya secara maksimal sebaiknya gunakan metode drilling dan blasting. Saat ini kami menyediakan jasa drilling dan blasting terpercaya dengan tim yang profesional. Selain itu, kami juga menjadi salah satu perusahaan yang direkomendasikan dalam jasa pemboran dan peledakan tambang.

Leave a Reply